BerandaHosting16 Tips mendalam untuk memilih hosting yang tepat

16 Tips mendalam untuk memilih hosting yang tepat

Memilih hosting yang tepat untuk WordPress  adalah wajib bagi kamu yang ingin membangun website sendiri.

Hal ini diperlukan untuk menghindari server yang sering down atau mati, data base yang error atau corupt, kecepatan website yang lambat dan masih banyak lagi.

Berdasarkan suvery dari W3Techs hampir lebih dari 30% website di seluruh dunia, menggunakan WordPress sebagai CMS/pondasinya.

Oleh karena itu, sudah tidak bisa dipungkiri bahwa WordPress adalah salah satu CMS (Content Management System) terbaik untuk saat ini. Sudah banyak website-website besar yang menggunakan CMS yang satu ini. Nah karena itu, diartikel kali ini kita akan membahas hal apa saja yang sangat perlu kita perhatikan ketika memilih hosting untuk WordPress ini.

Jika kamu adalah orang yang mementingkan security/keamanan di situs kamu, kamu bisa membaca cara untuk mengamankan situs WordPress kamu disini.

VPS ini kepanjangannya adalah Virtual Private Server. Jadi maksudnya adalah satu server(fisik) dibagi-bagi menjadi beberapa virtual server. Harga untuk VPS ini juga masih masuk akal, karena kamu mendapatkan satu server pribadi dan resource server semuanya hanya untuk kamu.

Tapi sama seperti Cloud hosting,  hosting ini hanya cocok bagi kamu yang benar-benar mengerti tentang dunia hosting & web. Karena biasanya di VPS kamu harus menginstall WordPress atau menyeting server dan fitur-fiturnya (misal CPanel) sendiri secara manual. Jika kamu ingin memilih hosting seperti ini, cobalah mencari orang yang benar-benar paham untuk menyetingnya.

Yang perlu diperhatikan ketika memilih hosting untuk WordPress:

memilih hosting

1. Letak Server / Hosting.

Letak server/hosting akan berpengaruh pada kecepatan website.

Contoh, apabila kamu memiliki website yang menargetkan audience/visitor dari Indonesia, maka sebaiknya server kamupun berada di Indonesia atau maksimal di Singapura.

Karena kecepatan membuka website sangat dipengaruhi oleh kecepatan internet kita, dan juga jarak server/hosting.

ISP di Indonesia rata-rata memberikan fullspeed pada koneksi lokal, namun membatasi pada koneksi internasional. Jadi usahakanlah ketika memilih hosting kamu sudah menetapkan audience dan juga posisi letak server/hostingnya.

jumlah space

2. Disk Space atau Jumlah HDD / SSD.

Disk space akan berpengaruh pada jumlah file-file yang dapat disimpan dalam sebuah website.

Contoh, apabila kamu mempunyai website hanya untuk landing/squeeze page, maka disini kamu tidak perlu memilih hosting yang memiliki kapasitas (disk space) besar.

Namun, apabila kamu memiliki website untuk Fotografi/Portofolio/Personal blog/Online shop,  disini sebaiknya kamu memilih hosting yang memiliki kapasitas yang cukup besar.

File-file yang digunakan oleh WordPress disini bukan hanya meliputi sebatas gambar-gambar saja.

Bisa saja file-file ini terdiri dari plugin, komentar, data email dan masih banyak lagi.

Jadi, jika kamu serius ingin memiliki website, sebaiknya dari awal cobalah memilih hosting yang memiliki kapasitas disk space cukup besar.

bandwidth

3. Bandwidth.

Bandwidth disini maksudnya adalah arus trafik keluar atau masuk ke dalam website.

Contohnya, apabila ada pengunjung yang  membuka halaman website kamu, maka disini website kamu mengeluarkan trafik untuk pengunjung tersebut.

Misalnya trafik keluar untuk gambar-gambar/foto, CSS, Javascript, dan lain-lain.

Oleh karena itu apabila kamu memiliki website yang memiliki cukup banyak gambar/foto dan juga kamu memiliki pengunjung yang cukup banyak,  maka sudah dapat dipastikan kamu membutuhkan bandwidth yang cukup besar.

Maka dari itu, untuk menghindari server kamu over kuota/bandwidth sebaiknya kamu memakai hosting yang memberikan bandwidth yang cukup besar atau bahkan unlimited.

Tapi hati hati dengan “bahasa marketing” unlimited, kadang ada juga hosting yang “nakal” mencantumkan unlimited namun kenyataannya ada “FUP” atau limit.

Untuk itu cobalah teliti dahulu hosting yang kamu akan gunakan, apakah bonafit atau tidak. Jangan hanya termakan omongan murah namun tidak berkualitas.

Tapi ingat, bandwith unlimited rata-rata hanya ditujukan untuk paket shared hosting ya.

backup

4. Backup.

Pastikan hosting yang kamu pilih memiliki fitur backup. Baik itu backup harian, mingguan ataupun bulanan.

Hal ini sangat penting apabila kamu benar-benar serius ingin mengelola website kamu. Karena apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan tau-tau website kamu rusak, maka tentu saja kamu membutuhkan file backup website kamu sebelum rusak.

Nah kalau hostingnya tidak menyediakan, bisa-bisa hilang sudah semua data-data website kamu seketika. Hasil kerja keras kamupun akan terbuang dan hilang sia-sia.

Oleh karena itu, pastikan selalu apabila memilih hosting, hosting yang kamu pilih memiliki fitur backup. Gratis kalau perlu, karena tidak semua hosting memberikan fitur seperti ini gratis.

harga kualitas

5. Harga & kualitas.

Hal ini tidak selalu berbanding lurus. Maksudnya, belum tentu harga yang murah namun kualitas pasti buruk. Bahkan kadang ada harga yang mahal kualitas malah buruk.

Nah apabila kamu masih tergolong baru disini, cobalah mencari kriteria ini ditengah. Maksudnya, coba cari yang harga tidak terlalu mahal dan fitur-fitur yang tersedia juga banyak.

Contoh lain adalah masalah tipe hosting yang kamu sewa. Misal paket  shared atau paket VPS. Bagi kamu yang pemula, kami sarankan untuk mencoba di paket shared dulu. Walaupun memang ada kelemahan dipaket ini. Jadi paket hosting shared ini maksudnya kamu bersama orang lain, menyewa satu server untuk dipakai bersama-sama.

Alhasil, harga sewa pun bisa jadi murah. Namun, perlu kamu perhatikan, apabila suatu saat website kamu membutuhkan resource yang besar, misal jumlah pengunjung sudah bertambah, kamu sebaiknya mengganti paketnya menjadi dedicated hosting.

Paket VPS hosting ini maksudnya adalah kamu sendirian menyewa satu server(virtual) untuk kamu semua. Memang harganya tentu lebih mahal daripada paket shared. Namun karena dalam satu server hanya kamu yang menggunakannya, otomatis server pun tidak terlalu terbebani apabila website kamu dikunjungi banyak pengunjung.

Tapi sekali lagi  kami sarankan ini hanya untuk yang sudah memiliki website dengan pengunjung yang banyak.

Kamu bisa melihat dibawah untuk penjelasan detail tentang jenis-jenis hosting ini.

support

6. Support dan bantuan.

Support atau bantuan ini tentu sangat dibutuhkan juga oleh kamu. Karena kita tidak pernah tahu kapan akan ada trouble di website kita. Kalau supportnya ngawur, bagaimana kita bisa memecahkan masalah yang ada diwebsite kita nantinya?

Makanya cobalah untuk memilih hosting yang benar-benar mumpuni di support nya. Salah satu cara yang menjadi tolak ukur kami adalah halaman facebook mereka(untuk hosting di Indonesia). Disana akan terlihat berapa lama waktu mereka merespon pertanyan dan lain sebagainya.

Kamu juga bisa melihat review facebook nya. Apabila bintang nya tidak sampai 4 keatas, kami tidak pernah mau memilih hosting tersebut.

cpanel

7. Tersedianya CPanel.

Control panel atau disingkat CPanel adalah sebuah aplikasi yang di gunakan untuk mempermudah pemakaian hosting. Pastikan jika kamu mencari hosting, mereka menyediakan fitur ini.

Sebenarnya hal ini optional, karena bagi kamu yang sudah paham sih tidak perlu sebenarnya menggunakan CPanel ini. Namun bagi kamu yang masih pemula, tentu hal ini sudah menjadi kewajiban bagi kamu.

Jika kamu masih pemula, dan hosting yang kamu pilih tidak menyediakan CPanel, kami jamin kamu akan pusing nantinya. Karena untuk melakukan segala sesuatu masih  sangat sederhana dan juga secara manual. Nah kalau kamu pake CPanel, semua tinggal di klik-klik saja.

Jadi cobalah untuk mencari hosting yang menyediakan CPanel ini agar kamu tidak kesulitan lagi nantinya.

database

8. Database.

Database ini biasanya berpengaruh apabila kamu ingin menggunakan CMS. Contoh misal WordPress. Jika ternyata kamu menyewa hosting dan hosting tersebut hanya menyediakan maksimal satu database saja, maka otomatis kamu hanya bisa menggunakan satu website saja.

Memang hal ini bisa kamu akali dengan menggunakan WordPress multi site, namun untuk menyetingnya cukup sulit dan kami tidak tahu apakah hostingan kamu mengizinkannya atau tidak.

Karena itu, apabila kamu berniat membuat website lebih dari satu (untuk menghemat biaya) dan hanya ingin menyewa satu paket hosting saja, carilah hosting yang memberikan cukup banyak database.

domain

9. Domain.

Ini optional, tapi cocok bagi kamu yang ingin mengurangi biaya. Jadi usahakan juga untuk mencari hosting yang mau memberikan kamu domain gratis ketika kamu menyewanya.

Jadi kadang ada beberapa hosting yang sanggup memberikan domain gratis apabila kamu menggunakan paket tertentu. Nah disini kamu perlu juga menghitungnya. Apakah biaya membeli domain + menyewa hosting akan jauh lebih mahal daripada kamu menyewa hosting dan mendapatkan gratis domain?

Karena kadang, ada juga yang malah jadi lebih mahal kalau kita tidak membeli terpisah domainnya. Oleh karenanya, cobalah hitung terlebih dahulu apabila kamu ingin memilih sebuah paket hosting.

10. Akses FTP.

Apakah yang dimaksud dengan FTP ini?

File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP.

Jadi secara singkatnya adalah, kamu(FTP client) bisa mengirim file ke hosting sewaan kamu (FTP server) melalui program yang mendukung koneksi FTP ini. Contoh programnya Filezilla atau WinSCP.


Mengapa kamu butuh FTP ini?

Jadi apabila hosting kamu memberikan/memiliki fitur FTP ini, nantinya kamu akan diberikan kemudahan untuk mentransfer file dari PC kamu ke hosting sewaan kamu. Misal mengupload custom theme atau custom plugin langsung ke hosting atau mengupload file-file lainya.

Untuk awal-awal ataupun para pemula hal ini mungkin tidak terlalu penting. Namun yakinlah, dikemudian hari apabila kamu benar-benar serius ingin membangun website kamu, hal ini sangatlah penting dan berguna bagi kamu.

Karena itu, cobalah untuk mencari hosting yang mempunyai fitur untuk akses FTP ini.

ssl

11. SSL.

Kepanjangan SSL adalah Secure Socket Layer. Jadi sederhananya website kamu tidak lagi menggunakan http namun menggunakan https untuk domainnya.

Contoh:

  • Non SSL http://nama-domain-kamu.com
  • Dengan SSL https://nama-domain-kamu.com

Salah satu keutamaan SSL ini  adalah untuk mendapatkan ranking SEO yang lebih baik di google. Selain itu di google chrome akan terlihat tulisan “secure” di sebelah kiri “address bar” nya jika website kamu menggunakan SSL.

Jadi cobalah cari hosting yang selain memberikan gratis domain, dia juga mau memberikan gratis SSL ini.

12. Subdomain.

Subdomain maksudnya disini adalah bagian dari nama domain kamu. Sederhananya seperti ini, bila nama domain kamu adalah namadomain.com maka subdomain kamu bisa berupa sub.namadomain.com.

sub” diatas itu lah yang menjadikan perbedaan antara domain utama dengan subdomain. Biasanya orang menggunakannya untuk blog page mereka. Jadi jika situs/halaman utama mereka adalah namadomain.com maka subdomain untuk blog mereka bisa saja menjadi blog.namadomain.com.

Jadi cobalah mencari hosting yang memberikan fitur subdomain ini. Kalau perlu yang unlimited. Karena siapa tahu suatu saat kamu membutuhkan subdomain ini untuk website kamu. Entah untuk halaman blog, halaman shop atau halaman-halaman bahkan website lainnya.

uptime

13. Uptime.

Uptime disini maksudnya waktu hosting/server kamu yang terus menyala. Kadang ada saja web hosting yang uptimenya buruk. Jadi sebentar-sebentar server/hosting yang kamu gunakan down. Kalau sudah down, otomatis kamu atau siapapun sudah pasti tidak bisa membuka website kamu.

Oleh karena itu, pastikan selalu ketika memilih hosting, uptime server/hostingnya sangat-sangat baik.

jaminan

14. Jaminan uang kembali.

Nah ini adalah hal yang paling kamu sukai kan. Jadi cobalah mencari hosting yang mau atau berani memberi jaminan uang kembali. Karena kalau mereka berani memberi jaminan ini, besar kemungkinan hosting seperti ini bukanlah hosting yang buruk.

Dengan adanya jaminan ini, kamu juga bisa dengan tenang “test-drive” hosting yang kamu gunakan. Tidak semua hosting mau memberikan jaminan ini. Jadi bagi kamu yang baru memulai, cobalah memilih hosting yang memberikan jaminan seperti ini.

15. Versi PHP.

Versi PHP ini sangat penting bagi kamu yang ingin menggunakan WordPress sebagai CMS nya. Versi PHP minimal yang dibutuhkan oleh WordPress adalah versi 5.2. Namun sangat disarankan untuk menggunakan PHP versi7.2 keatas demi security/keamanan yang lebih baik.

Oleh karena itu, pastikan ketika kamu memilih hosting, PHP yang digunakan adalah (minimal) versi 5.2.

16. CPU & Memory

CPU & memory disini sangat berpengaruh juga pada kecepatan website kamu. Karena seperti halnya PC kamu, kalau CPU dan memorynya kecil, otomatis program-program yang akan digunakan juga akan lambat. Baik loading program atau ketika menggunakannya. Nah di hosting juga sama seperti itu keadaanya.

CPU

Semakin besar/cepat kapasitas CPU hosting kamu, maka akan semakin cepat juga peforma website kamu. Seperti menampilkan gambar, meload css/javascript dan lainnya.

Jadi misal suatu saat di website kamu pengunjungnya sangat banyak, otomatis CPU ini akan terbebani. Dan jika CPU sudah terbebani, maka peforma website kamu tidak akan maksimal kembali. Contohnya adalah terlalu lama membuka salah satu halaman website kamu.

Hal ini biasanya terjadi pada paket shared hosting. Makanya untuk menghindari hal ini, cobalah untuk memilih hosting yang paket VPS/cloud hosting. Namun tidak perlu takut, kamu belum membutuhkannya jika pengunjung kamu masih sedikit atau website kamu masihlah sangat baru.


Memory

Memory atau RAM berpengaruh pada kecepatan website kamu. Namun sistemnya tidak sama dengan CPU. RAM disini hanya menyimpan data sementara ketika website kamu menjalankan beberapa proses (contohnya script-script di website) dalam waktu yang bersamaan.

Jika website kamu tidak memiliki RAM yang cukup untuk digunakan, maka biasanya akan muncul pesan “500 internal server error” ketika kamu mencoba membuka website kamu.

Dan sama seperti halnya CPU, semakin besar pengunjung/trafik kewebsite kamu, semakin besar juga kebutuhan RAMnya. Namun untuk menyiasati keterbatas RAM ini, kamu bisa menggunalkan caching. Baik itu caching dari hosting, atau plugin caching di WordPress.

Beberapa jenis hosting untuk WordPress :

Shared Hosting

Seperti yang sudah kita sedikit jabarkan diatas, ini adalah paket hosting yang biasanya paling murah. Shared hosting ini menggabungkan beberapa user hosting didalam satu server.

Otomatis, apabila banyak user yang menggunakan server tersebut, resource untuk bandwith, memory, dan cpu pun akan dibagi digunakan bersama-sama. Shared hosting ini sangat cocok bagi ada para blogger yang masih baru atau pemula. Cocok bagi kamu yang baru memulai dan ingin membangun website. Dan ini dikarenakan kamu tidak akan butuh resource(bandwith, memory, cpu) yang terlalu besar diawal.

Shared hosting sendiri sudah banyak menyediakan fitur seperti 1 click installer untuk WordPressnya. Jadi kamu yang masih barupun tidak akan kesulitan menggunakannya. Ini tentunya akan menghemat waktu kamu dalam menyeting hosting & website kamu.

Cloud Hosting

Cloud hosting ini maksudnya menawarkan virtual server yang digunakan perorangan di “cloud”. Cloud disini artinya adalah beberapa jaringan network server-server yang ada didunia. Salah satu kelebihannya adalah website kamu tidak akan pernah “down”. Karena secara “teori”nya, website kamu dibagi-bagi kepada beberapa server. Jadi jika server hosting kamu mati di Singapura, dan server di Indonesia masih menyala, maka otomatis pengunjung kamu akan tetap bisa mengunjungi situs kamu dari server di Indonesia.

Cloud hosting sendiri rata-rata ada fitur untuk mengupgrade resource yang kamu butuhkan. Jadi bila sewaktu-waktu website kamu butuh resource memory yang besar, kamu bisa mengupgrade memory/ram di cloud hosting ini.

Cloud hosting ini saya rasa cocok bagi kamu yang benar-benar mengerti tentang dunia hosting & web. Namun ada beberapa cloud hosting yang gampang digunakan bagi para pemula juga.

VPS Hosting

VPS ini kepanjangannya adalah Virtual Private Server. Jadi maksudnya adalah satu  server(fisik) dibagi-bagi menjadi beberapa virtual server. Harga untuk VPS ini juga masih masuk akal, karena kamu mendapatkan satu server pribadi dan seluruh resource server hanya untuk kamu.

Tapi sama seperti Cloud hosting,  hosting ini hanya cocok bagi kamu yang benar-benar mengerti tentang dunia hosting & web. Karena biasanya di VPS kamu harus menginstall WordPress atau menyeting server dan fitur-fiturnya(misal CPanel) sendiri secara manual. Jika kamu ingin memilih hosting seperti ini, cobalah mencari orang yang benar-benar paham untuk menyetingnya.

Dedicated Server Hosting

Ini sama seperti VPS, cuma bedanya dedicated server hostin gini adalah server fisik. Jadi satu server(fisik) digunakan untuk kamu pribadi.Untuk harga, paket hosting ini adalah yang paling mahal. Dan untuk menyeting server pun, kamu harus melakukannya sendiri & secara manual.

Biasanya yang menggunakan paket ini adalah website & perusahaan-perusahaan yang besar.

Managed WordPress Hosting

Nah ini adalah paket yang sangat cocok bagi siapa saja. Baik pemula ataupun yang sudah mahir. Kelebihan hosting ini adalah hosting yang benar-benar khusus dibuat untuk WordPress. Optimasi server pun biasanya ditujukan khusus untuk WordPress saja.

Paket hosting seperti ini biasanya adalah berbentuk shared hosting atau cloud hosting. Namun ada beberapa hosting juga yang menawarkan paket ini berbentuk dedicated hosting.

Jadi hosting manakah yang perlu kamu pilih?

Pertama-tama, coba pikirkan dahulu kebutuhan website kamu. Kalau masih dalam fase permulaan, saya rasa shared hosting saja sudah cukup.

Tapi kalau kamu sudah cukup paham tentang dunia ini, kamu mungkin bisa mencoba dari VPS atau Cloud Hosting.

Selain itu juga kamu perlu memperhitungkan trafik kamu nantinya. Jika sudah besar dan kamu masih menggunakan shared hosting, cobalah upgrade menjadi paket VPS atau Cloud Hosting.

Daftar beberapa hosting terbaik saat ini

Disini kami akan menampilkan beberapa hosting-hosting terbaik menurut kami saat ini. Namun ingat, walau antara satu hosting dengan yang lain mempunyai fitur yang hampir sama, bukan berarti hosting-hosting tersebut akan sama persis. Jadi cobalah memilih hosting yang sekiranya memenuhi kebutuhan kamu saat ini.

Niagahoster

niagahoster

Niagahoster adalah salah satu web hosting Indonesia terbaik saat ini. Mereka memiliki server IIX atau server lokal yang sudah pasti berada di Indonesia. Sehingga jika kamu ingin membuat website dengan tujuan trafik pengunjung dari Indonesia, maka hosting ini sangat cocok untuk kamu.

Beberapa tipe paket yang mereka sediakan antara lain adalah Paket Bayi, Pelajar, Personal, dan Bisnis. Paket-paket tersebut sangat cocok digunakan dari para pemula atau profesional. Beberapa paket pun menawarkan resource yang cukup besar, gratis domain dan gratis SSL. Selain itu juga ada jaminan uang kembali, sehingga kamu tidak perlu takut lagi dalam memilih hosting yang tepat.


Pelajari lebih lanjut tentang Niagahoster

Hostinger

Hostinger adalah salah satu web hosting Indonesia terbaik saat ini. Selain server IIX, mereka juga memiliki server internasional. Beberapa paket yang ditawarkan antara lain Paket Web Hosting Single, Web Hosting Premium dan Web Hosting Bisnis. Paket ini bisa digunakan mulai dari para pemula yang baru memulai sampai yang profesional.

Beberapa paketnya pun menawarkan gratis domain dan gratis SSL. Selain itu, mereka pun menawarkan resource yang cukup besar di beberapa paket nya. Dan hostinger pun memiliki kebijakan jaminan uang kembali


Pelajari lebih lanjut tentang Hostinger

DigitalOcean

DigitalOcean disini sebenarnya bukan menawarkan hosting namun mereka menawarkan droplets. Jadi hampir mirip dengan VPS, dan harganya pun relatif murah. Namun sayangnya untuk saat ini pembayaran nya hanya bisa lewat kartu kredit, debit(yang diakui internasional) dan juga Paypal. Saat ini mereka belum menyediakan pembayaran lewat transfer bank.

DigitalOcean ini sangat cocok bagi kamu yang sudah mengetahui tentang dunia hosting & web. Kamu harus menyeting droplet/server kamu secara manual. Walaupun untuk WordPress mereka memiliki fitur 1 click installer, namun untuk settingan lebih jauh lagi, minimal kamu sudah mengerti tentang dunia hosting & web.


Pelajari lebih lanjut tentang DigitalOcean

Bluehost

bluehost

Bluehost disini adalah salah satu hosting yang disarankan oleh WordPress sendiri. Merekapun memiliki resource dan harga paket yang relatif murah. Hosting ini sangat cocok digunakan bila kamu ingin membuat website dengan tujuan trafik pengunjung Internasional/seluruh dunia.  Hosting ini pun sangat mudah digunakan bagi para pemula atau yang baru memulai. Hosting ini juga menawarkan jaminan uang kembali, gratis domain & gratis SSL.

Namun sama halnya seperti DigitalOcean, kamu hanya dapat melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit, kartu debit(yang diakui internasional) dan Paypal.


Pelajari lebih lanjut tentang Bluehost

Kesimpulan

Memilih hosting tentunya cukup membingungkan pada awalnya. Namun semoga setelah membaca penjelasannya diatas, kamu bisa mulai memahaminya lebih mendalam lagi. Jadi hosting apa yang kira-kira nantinya mau kamu pilih dan gunakan? Jika kamu sudah memilih hosting, apa alasan utama kamu dalam memilih hosting tersebut?

Kamu bisa mengunjungi halaman ini jika ingin mengetahui cara memilih theme yang tepat.

Kamu bisa mengunjungi halaman ini apabila kamu ingin mencari theme yang cocok untuk WordPress website kamu.

    Tinggalkan Komentar